Now Playing Tracks

re/wind

“seandainya bisa kembali ke masa lalu..”

“andai saja waktu bisa diulang…”

kalimat-kalimat macam itu sering terucap dari mulut orang-orang di sekitar kita, atau mungkin dari mulut kita sendiri.

merasa kenyataan yang ada tidak sesuai harapan atau secara ekstrim bisa dibilang tidak menerima apa skenario Tuhan, adalah hal biasa dalam hidup seseorang. tidak perlu jadi munafik dengan bilang “gue selalu nerima kenyataan kok” atau “gue ga pernah nyesel sama pilihan gue”. tiap orang pasti pernah punya keinginan kembali ke sebuah masa dimana dia merasa masa itu adalah masa terindahnya atau ke masa dimana sebuah kesalahan fatal telah terjadi.

dilihat dari perkembangan teknologi yang pesat, bukan hal mustahil jika suatu saat akan ada alat untuk kembali ke masa lalu dan saat itu (mungkin) akan banyak yang ingin kembali ke masa lalu. tapi, kembali ke masa lalu bukan sesuatu yang tanpa “efek samping”. efek yang paling terasa adalah perubahan sejarah.

ya, sejarah akan berubah jika seseorang kembali ke masa lalu dan mengubah suatu kejadian. mengerikan ? ya, tentu saja. menarik ? jelas. ingin coba ? sebuah pertanyaan retoris untuk manusia yang punya ego.

jujur saja, seandainya bisa kembali ke masa lalu, saya lebih memilih untuk kembali ke masa kapanpun. mau jaman purba atau masa awal terbentuknya bumi tidak masalah, selama bisa pergi dari masa ini.

jika ternyata tidak bisa se-“gila” di atas, saya memilih kembali ke sebuah masa dimana saya merasa diterima. saya ingin menikmatinya sekali lagi, tanpa perlu mengubah apa yang terjadi. sedikit klise dan munafik, tapi memang itu yang saya ingin lakukan :)

_words4world : re/wind_

(untitled)

cinta tak hanya bersuara dalam kata,

..tapi juga dalam diam

cinta tak hanya melihat dalam terang,

..tapi juga dalam buta

cinta tak hanya mendengar dalam nada,

..tapi juga dalam hening

cinta tak hanya hidup dalam kebersamaan,

..tapi juga dalam sepi

cinta itu apa; apa itu cinta ?

apakah ia aku,kamu atau kita

apakah ia dulu,kini atau nanti

apakah ia bebas atau terikat

entahlah, ia datang dan pergi sesukanya,tak kembali meski dipanggil

egois memang,tapi aku harap ia akan datang lagi

dalam waktu dekat,mungkin :)

-hanya sebuah catatan-

percayalah pada satu mimpi yg kau yakini
meski mungkin akan berakhir pada satu kata “kekecewaan”
tapi ia telah membuatmu menatap masa depan
meski mungkin mimpi itu tetap menjadi sbuah mimpi
tapi ia telah membuatmu sadar pada kenyataan…

percayalah pada satu hati yg kau yakini
meski mungkin akan berakhir pada satu kata “kesedihan”
tapi ia telah membuatmu menyadari perasaan dalam dirimu
meski mungkin hati itu hanya akan menyakiti
tapi ia telah mengajarimu arti sbuah kesetiaan…

hiduplah seperti apapun yg kau mau,
karena pada akhirnya hanya ada kematian…

tautkan hatimu pada siapapun yg kau mau,
karena pada akhirnya ia akan meninggalkanmu…

*repost dari note fb dgn judul dan isi yang sama*

#OtherSideOf 1

diantara bising suara binatang besi,

si anak jalanan berbisik lirih

“pak,aku ingin makan…”

“teracuni harta semata, mata manusia mulai buta akan sesama

terbius bisik dunia, telinga manusia tuli akan teriakan duka

terjerat pesona hampa, hati manusia mengeras bagai permata

tak adakah sisa kemuliaan dalam hidup manusia ?”

si anak jalanan terdiam di tepi jalan,

berharap belas kasihan.

tapi,tak ada satu matapun menatap iba…

si anak jalanan beranjak pergi entah kemana.

pulang,mungkin.

atau ia mencari jiwa-jiwa yg masih berhati ?

ia berjalan dalam belai kejam kota besar.

sesekali mengadah ke langit,mungkin bertanya

adakah alasan AKU lahir di dunia ?

si anak jalanan hilang di ujung jalan,

sesosok tua tak jauh dari tempatku berada,berkata pada dirinya; 

atau mungkin saja pada dunia

“langit seakan mulai gila…

manusia kini seakan bertukar tempat dengan iblis,

melihat dunia seakan surga,

melihat surga seakan cerita lama; dan neraka hanya bualan belaka

aku telah hidup cukup lama,

ya, cukup lama untuk melihat dunia tak berhati ini

cukup lama dan cukup sabar menunggu sebuah jawaban dari tanyaku :

apakah Tuhan pernah,sekali saja, bosan pada kita manusia ?

sosok tua itu pergi,

tak berkata apapun lagi,

tak meninggalkan petuah atau alasan pada manusia untuk berubah,

tapi kalimat terakhirnya,pertanyaan yang mungkin tak terjawab,terukir jelas dalam ingatan mereka yang ada di sekitarnya…

#OtherSideOf Jogja 29/12

r.kurniawan

To Tumblr, Love Pixel Union