re/wind
“seandainya bisa kembali ke masa lalu..”
“andai saja waktu bisa diulang…”
…
kalimat-kalimat macam itu sering terucap dari mulut orang-orang di sekitar kita, atau mungkin dari mulut kita sendiri.
merasa kenyataan yang ada tidak sesuai harapan atau secara ekstrim bisa dibilang tidak menerima apa skenario Tuhan, adalah hal biasa dalam hidup seseorang. tidak perlu jadi munafik dengan bilang “gue selalu nerima kenyataan kok” atau “gue ga pernah nyesel sama pilihan gue”. tiap orang pasti pernah punya keinginan kembali ke sebuah masa dimana dia merasa masa itu adalah masa terindahnya atau ke masa dimana sebuah kesalahan fatal telah terjadi.
dilihat dari perkembangan teknologi yang pesat, bukan hal mustahil jika suatu saat akan ada alat untuk kembali ke masa lalu dan saat itu (mungkin) akan banyak yang ingin kembali ke masa lalu. tapi, kembali ke masa lalu bukan sesuatu yang tanpa “efek samping”. efek yang paling terasa adalah perubahan sejarah.
ya, sejarah akan berubah jika seseorang kembali ke masa lalu dan mengubah suatu kejadian. mengerikan ? ya, tentu saja. menarik ? jelas. ingin coba ? sebuah pertanyaan retoris untuk manusia yang punya ego.
jujur saja, seandainya bisa kembali ke masa lalu, saya lebih memilih untuk kembali ke masa kapanpun. mau jaman purba atau masa awal terbentuknya bumi tidak masalah, selama bisa pergi dari masa ini.
jika ternyata tidak bisa se-“gila” di atas, saya memilih kembali ke sebuah masa dimana saya merasa diterima. saya ingin menikmatinya sekali lagi, tanpa perlu mengubah apa yang terjadi. sedikit klise dan munafik, tapi memang itu yang saya ingin lakukan :)
_words4world : re/wind_